Jaga lingkungan sekitar kita, jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan. Utamakan pencegahan untuk kebaikan kita bersama.
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Kamis, 11 Juli 2019 09:25

SIPONGI KLHK Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

 

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 10 Juli 2019. SIPONGI (Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web), pelayanan publik dari KLHK diuji oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB) untuk masuk menjadi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik.

SIPONGI diuji setelah sebelumnya masuk menjadi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dengan menyisihkan 1.872 proposal yang disubmit dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2019.

Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, didampingi oleh Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan, KLHK melakukan sesi presentasi dan wawancara berkaitan dengan SIPONGI di depan enam juri yaitu JB Kristiadi, Nurjaman Muchtar, Eko Prasojo, Suryopratomo, Siti Zuhro, Neneng Goenandi.

"Tahun 2015 kita semua tahu ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbesar dari beberapa karhutla sebelumnya. Dari kejadian itu tentunya mengindikasikan bahwa kita tidak bisa bekerja secara manual, jadi harus dibangun sebuah sistem yang bisa menjamin pengendalian karhutla itu dan kita kenal dengan SIPONGI itu arahnya sebetulnya deteksi dini," ujar Bambang seusai menjelaskan kepada juri terkait SIPONGI pada presentasi dan wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, Rabu (3/7/2019).

Bambang menambahkan jika SIPONGI merupakan sistem informasi yang dibuat sebagai dasar untuk mencegah terjadinya karhutla melalui deteksi dini hotspot/titik panas. SIPONGI ini dikoordinasikan oleh KLHK sebagai walidatanya. SIPONGI dibangun dari pendekatan informasi dari BMKG dan LAPAN, keluaran data SIPONGI menjadi bagian dari pengambilan keputusan. Ketika hotspot banyak di seluruh Indonesia berarti keputusan yang akan diambil oleh Menteri atau Gubernur untuk melakukan siaga darurat karena kejadian karhutla sudah membesar bisa langsung didasarkan dari informasi SIPONGI. Presiden, Menteri, Pemerintah daerah, hingga publik (masyarakat dan swasta) bisa langsung mengakses informasi SIPONGI ini.

SIPONGI merupakan hasil pemikiran terkait efektifitas pengolahan dan pengumpulan data yang dahulu dilakukan secara manual menjadi terotomatisasi dengan sumber data yaitu Satelit Terra Aqua (NASA), Terra Aqua (LAPAN), SNPP (LAPAN) dan NOAA (ASMC) serta data cuaca dari BMKG. Data dalam SIPONGI juga lebih akurat karena mengandung informasi tentang lokasi karhutla hingga tingkat desa beserta status lahannya.

Data dalam sistem SIPONGI diselaraskan setiap 30 menit, sehingga data hotspot yang dihasilkan aktual (near-real-time/ mendekati waktu sesungguhnya). Ini sangat bermanfaat bagi tim pemadam karhutla untuk mengetahui lokasi kebakaran secara cepat, sehingga tindakan pemadaman dini dapat dilakukan sebelum kebakaran tersebut menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan. Tetapi tentunya kebijakan kebijakannya juga harus diikuti dengan pelibatan aktif peran serta masyarakat.

SIPONGI berbasis web memiliki dual interface, yaitu internal interface dan public interface. Internal interface dapat diakses dengan menggunakan privilage berjenjang dengan tujuan untuk sistem komando cepat dari pimpinan kepada personil di lapangan. Sedangkan public interface dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat secara luas diseluruh Indonesia. Dengan sistem ini memungkinkan masyarakat membuat pelaporan dan berdiskusi tentang kebakaran hutan dan lahan melalui akses call centre maupun jaringan media sosial yang mendukung seperti facebook, instagram dan twitter.

Website SIPONGI yang dapat diakses pada alamat: http://sipongi.menlhk.go.id. SIPONGI telah menjadi rujukan dunia dalam pengembangan sistem pengendalian Karhutla terutama oleh negara-negara pemilik areal gambut. Melalui Pusat Riset Internasional Gambut Tropis di Indonesia, negara-negara di dunia dapat mempelajari sistem pengendalian karhutla termasuk didalamnya terkait sistem SIPONGI.

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors