Langit biru tanpa asap, STOP kebakaran hutan dan lahan
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Senin, 23 Maret 2020 21:31

Cegah Corona, Manggala Agni Daops Ketapang Semprotkan Cuka Kayu

Manggala Agni Daops Ketapang melaksanakan penyemprotan desinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair) hasil produksi sendiri sebagai antisipasi penyebaran virus Corona Covid-19 di Markas Daops Ketapang (21/03).

 

Basar Manullang, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, mengungkapkan penyemprotan desinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair) yang dilaksanakan Manggala Agni Daops Ketapang ini berdasarkan informasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) - Badan Litbang dan Inovasi (BLI) yang berhasil memproduksi desinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair) sebagai antisipasi penyebaran virus Corona Covid-19.

 

“Kami juga memerintahkan Manggala Agni di masing-masing daerah untuk ikut memanfaatkan temuan dari BLI ini untuk bersama mencegah penyebaran Covid-19 dengan memanfaatkan cuka kayu yang selama ini sudah dibuat oleh Manggala Agni sebagai produk dari alternatif pengelolaan lahan tanpa bakar”, tambah Basar.

 

Sahat Irawan Manik, Koordinator Manggala Agni Kalimantan Barat, mengatakan bahwa Manggala Agni di Kalimantan Barat bersama pemerintah daerah dan para mitra di Kabupaten Ketapang juga telah merencanakan penyemprotan desinfektan dengan bahan asap cair pada beberapa kantor pelayanan publik dan area umum di Kabupaten Ketapang - Kalimantan Barat mulai tanggal 23 Maret 2020.

 

''Hasil pengujian asap cair kayu dan bambu terhadap kuman dari eksperimen yang dilakukan, cukup hanya dengan 1% sudah efektif,'' ujar Prof. Gustan Pari, peneliti P3HH, BLI, dalam rilis pada media, Sabtu (21/3/2020).

 

Dijelaskan Prof.Gustan, uji toksisitas asap cair kayu dan bambu sebagai desinfektan, dilakukan bersama Ratih Damayanti dan tim. Riset ini menggunakan mikroorganisme bakteri yang terdapat pada telapak tangan dan udara di Laboratorium Mikrobiologi Hutan-Pusat Litbang Hutan, Bogor.

 

Hasilnya, asap cair kayu dan bambu dengan konsentrasi 1% memiliki kemampuan lebih baik dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme dibandingkan etanol (alkohol) 70%, yang selama ini sering dijadikan bahan dasar desinfektan.

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors