LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Senin, 18 Mei 2020 17:34

Pencegahan Karhutla Dan Antisipasi Datangnya Musim Kemarau Melalui Operasi TMC

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memulai kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Riau. Tim Operasi yang berasal dari gabungan Kementerian/Lembaga mulai melakukan TMC dari Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, kemarin (16/5).

Basar Manullang, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, mengungkapkan operasi penyemaian awan atau TMC ini bertujuan untuk mencegah terjadinya karhutla dengan melakukan pembasahan lahan, mengisi embung dan kanal-kanal di wilayah Riau.

"Operasi TMC ini dibantu oleh satu pesawat Casa 212-200 dari Skuadron Udara 4 Malang. Pesawat ini membawa bahan semai NaCl sebanyak 800 Kg setiap sorti,"kata Basar.

Operasi TMC BPPT-KLHK yang didukung mitra diresmikan pelaksanaanya mulai 11 Mei 2020 untuk 15 hari kedepan.

Operasi TMC dilakukan di awal musim kemarau dlm rangka pencegahan karhutla dg membasahi lahan gambut, mengisi kanal, embung dan kolam retensi di wilayah gambut yang rawan terbakar. Jika api dan kebakaran hutan terlebih dulu muncul, lalu bergerak melakukan TMC maka akan mempersulit penanganan karhutla di lapangan. Namun, jika TMC dilakukan sekarang, kita bisa memonitor tinggi muka air tanah gambut, dan ketika ada awan potensial dapat dilakukan penyemaian.

“Operasi TMC Riau kemarin (17/5) dilakukan sebanyak 2 sorti, sorti 1 menyasar target Kab. Siak dan Bengkalis, Sorti 2 mengarah ke Kab. Indragiri Hilir. Total bahan NaCl yang disemai sebanyak 1,6 ton,” ujar Basar.

Pada penerbangan ini, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Basar Manullang turut dan memantau pelaksanaan TMC secara langsung dalam pesawat CASA 212-A2107.

"Kondisi di Riau masih dalam kondisi rawan di beberapa wilayah, kita berharap akan ada awan potensial yang bisa kita semai menjadi hujan," ungkap Basar kemarin saat mengikuti Operasi TMC.

Pada tanggal 1 Januari – 18 Mei 2020 total hotspot yang terpantau di Riau sebanyak 321 titik, turun 57,6% (436 titik) jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebanyak 757 titik.

Berdasarkan satelit Terra/Aqua (NASA) Confidance Level ≥80% terpantau 797 titik di Seluruh Indonesia pada tanggal 1 Januari – 18 Mei 2020, pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 1300 titik (terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 503 titik / 38,69 %).

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors