Langit biru tanpa asap, STOP kebakaran hutan dan lahan
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Rabu, 03 Juni 2020 15:46

KLHK Mulai TMC di Sumsel dan Jambi

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 3 Juni 2020.

Teknologi Modifikasi Cuaca sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai di lakukan di Sumatera Selatan dan Jambi. Sebanyak 1,6 ton garam (NaCl) mulai di sebarkan di awan potensial yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (2/6).

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Basar Manullang mengungkapkan pemindahan pesawat Cassa C 212 TNI AU yang di gunakan untuk TMC di Riau ke Sumatera Selatan ini dimaksudkan untuk melakukan upaya pencegahan karhutla lebih dini di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.

“Jika dilihat dari jumlah hotspot dan kejadian karhutla di Sumatera Selatan dan Jambi memang hanya sedikit, namun sebagai upaya antisipasi musim kemarau yang akan tiba kami memindahkan pesawat Cassa C 212 ke Palembang,” jelas Basar.

“Selama dua minggu di Riau kemarin, TMC melakukan panaburan garam sebanyak 12,8 ton dengan volume hujan sebanyak 44,1 juta m3,” ungkap Basar.

“Kenaikan volume hujan ini akan menjadikan gambut menjadi basah dan mengisi kanal-kanal, serta embung sehingga mengurangi potensi terjadinya karhutla,” kata Basar.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan dalam melakukan pencegahan karhutla di wilayah Sumatera Selatan koridornya tetap tergabung dalam Satgas karhutla Provinsi Sumatera Selatan, serta pada pelaksanaannya operasi pencegahan juga dilakukan di darat yang dilaksanakan juga oleh pihak KLHK Manggala Agni dan didukung pihak TNI, Polri, BPBD bersama instansi terkait lainnya.

“Mumpung potensi hujan masih ada jadi kita lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca, dengan melakukan penyemaian garam agar lahan gambut tetap basah,” ujar Ferdian di Posko Pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca di lapangan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

“Intinya penyemaian garam dilakukan untuk meningkatkan intensitas hujan. Jadi kita semai garamnya di awan yang ada potensi untuk menjadi hujan, kemarin awan yang ada potensialnya yaitu di wilayah OKI dan Muba”, ungkap Ferdi.

Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala BPPIKHL Wilayah Sumatera pembasahan gambut dan pencegahan karhutla harus terus dilakukan dengan melaksanakan patroli oleh Manggala Agni dan Brigdalkarhut KSDAE, namun dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Pada pelaksanaan patroli pencegahan karhutla, selain pengawasan lapangan dan sosialisasi juga mengutamakan pemadaman secara dini, sedangkan untuk wilayah remote area diupayakan pemadaman melalui udara.

Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% perbandingan total jumlah hotspot tahun 2019 dan 2020 (tanggal 1 Januari – 3 Juni 2020) sebanyak 826 titik, pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 1.364 titik (terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 538 titik / 39,44 %).

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors