LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Jum'at, 12 Juni 2020 14:51

MENGHADAPI TATANAN NORMAL BARU DALAM PENGENDALIAN KARHUTLA

MENGHADAPI TATANAN NORMAL BARU DALAM PENGENDALIAN KARHUTLA

Jakarta, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 10 Juni 2020.

Di tengah masa pandemi Covid-19, bagaimanakah kesiapan para stakeholder penyelenggara pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi tatanan normal baru? Ini menjadi tema menarik dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Kalimantan pada Rabu (10/06).

Diskusi bertajuk Kirana (Pemikiran Sederhana) di Tengah Corona ini menghadirkan tiga narasumber yaitu: Binsar O. Togatorop (Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan III/ Pangkalan Bun-Kalimantan Tengah); Rudi W. Darisman (Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/ Ketapang-Kalimantan Barat); dan HM Faisal (Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan XII/ Paser-Kalimantan Timur).

Para narasumber memaparkan bagaimana Brigade Pengendalian Karhutla KLHK- Manggala Agni mempersiapkan tatanan normal baru dalam kegiatan pengendalian karhutla. Konsep yang disampaikan antara lain mengenai: kegiatan harian pada lingkungan kantor daerah operasi (Daops) dan pondok kerja Manggala Agni; kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan; dan kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Membuka acara diskusi, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, Johny Santoso menjelaskan bahwa penyelenggara pengendalian karhutla terdiri dari multi stakeholder yang kerap sekali bersama-sama melaksanakan pengendalian karhutla secara terpadu. Multi stakeholder yang ada harus siap bersama-sama menghadapi tatanan normal baru.

“Konsep menghadapi tatanan normal baru yang disampaikan ketiga Kepala Daops Manggala Agni ini adalah sebuah pemikiran sederhana. Mungkin belum bersifat universal atau komprehensif, namun bisa menjadi gambaran kita bersama hal-hal apa saja yang diperlukan dalam menghadapi tatanan normal baru pada kegiatan pengendalian karhutla”, terang Johny.

Sementara itu Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Basar Manullang, dalam arahannya mengungkapkan bahwa di tengah pandemi Covid-19, untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik perlu dilaksanakan tatanan normal baru dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Kesehatan dan keselamatan penyelenggara tetap menjadi prioritas dalam melaksanakan pelayanan publik begitu juga dalam pengendalian karhutla”, tegas Basar.

Basar sangat mengapresiasi Manggala Agni sebagai salah satu stakeholder pengendalian karhutla, mencoba untuk berbagi pemikiran tentang bagaimana tatanan normal baru dilaksanakan dalam pengendalian karhutla.

“Sinergitas stakeholder sangat diperlukan dalam pengendalian karhutla, oleh karena itu diskusi ini sangat bermanfaat bagi multi stakeholder penyelenggara pengendalian karhutla”, pungkas Basar.

Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini, diikuti sekurangnya dua ratus peserta yang berasal dari berbagai stakeholder, antara lain:  perwakilan Manggala Agni se-Indonesia; Brigade Pengendalian Karhutla pada Kesatuan Pengelolaan Hutan di Kalimantan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kalimantan; regu pemadam pada pelaku usaha kehutanan, perkebunan dan pertambangan; dan pemadam swasta di Kalimantan

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors