LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Sabtu, 26 September 2020 11:14

Masyarakat Peduli Api ‘Cincin Tambora’, Mitra Pengendalian Karhutla di wilayah TN Tambora

Dompu, 24 September 2020

Masyarakat Peduli Api (MPA) saat ini telah menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Mereka berperan dalam upaya menurunkan tingkat kebakaran yang akhirnya menjadi sumbangsih dalam penurunan emisi GRK sektor kehutanan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu ancaman bagi Indonesia. Selain merusak berbagai sektor kehidupan, kebakaran hutan juga menimbulkan potensi peningkatan emisi. Kasus kebakaran di Indonesia selalu menjadi perhatian internasional mengingat luasnya kawasan hutan serta pentingnya fungsi hutan untuk simpanan karbon. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi kasus karhutla tersebut adalah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat. Wujud pelibatan masyarakat dalam pengendalian karhutla adalah melalui kegiatan Pembentukan MPA. Untuk ketiga kalinya di tahun 2020, Balai PPIKHL JabalNusa kembali memfasilitasi kegiatan Pembentukan MPA yang kali ini mengambil lokasi di Desa Kawinda To’i dan Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Provinsi NTB. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22-23 September 2020 dan bekerjasama dengan Balai TN Tambora sebagai pemangku wilayah. Pembentukan MPA kali ini dirasa sangat penting mengingat kawasan Balai TN Tambora termasuk kawasan rawan karhutla. Pembentukan MPA dilaksanakan di Kantor Resort Kawinda To’i dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19. Para pihak terkait yang hadir, seperti Camat Tambora, Kepala Desa Kawinda To’i, Kepala Desa Oi Katupa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas menyambut baik adanya pembentukan MPA ini.

Sebelum terbentuknya kelompok MPA Cincin Tambora, masyarakat telah terlibat aktif secara sukarela dalam pengendalian karhutla. Berkomitmen penuh untuk turut serta dalam menjaga kelestarian hutan melalui pengendalian karhutla bukanlah hal yang baru bagi mereka. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Balai PPIKHL JabalNusa dan Balai TN Tambora membentuk dan menetapkan kelompok MPA sebagai wujud apresiasi dari aksi nyata masyarakat selama ini. Peserta kegiatan Pembentukan MPA tampak antusias dalam mengikuti kegiatan, baik bahan paparan berupa teori maupun praktek. Dalam kegiatan Pembentukan MPA ini masyarakat mendapatkan pemahaman baru bahwa Karhutla merupakan salah satu faktor penyumbang emisi GRK yang menyebabkan perubahan iklim. Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan praktek pengendalian karhutla yang diawali dengan apel siaga dan dilanjutkan dengan simulasi pemadaman karhutla. Adanya kegiatan simulasi ini bertujuan untuk mengenalkan peralatan pemadaman karhutla sekaligus mempraktekkan teknik-teknik dalam pemadaman karhutla.

Peserta berharap setelah kegiatan pembentukan MPA, Balai PPIKHL JabalNusa maupun Balai TN Tambora mengadakan kegiatan lanjutan dalam rangka penyegaran dan peningkatan kapasitas anggota kelompok MPA dalam hal pengendalian karhutla. Antusiasme peserta disambut baik oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Tambora, Deny Rahadi, S.Hut., M.Si. Beliau menyampaikan kepada para peserta dan pejabat pemerintah setempat yang hadir bahwa Balai TN Tambora akan memberikan apresiasi jika kawasan TN Tambora dapat mencapai zero karhutla.

Kehumasan BPPIKHL JabalNusa

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors