LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Selasa, 26 Januari 2021 15:37

TMC SALAH SATU SOLUSI PERMANEN PENGENDALIAN KARHUTLA

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menjadi salah satu instrument dalam solusi permanen pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Hal ini selalu ditegaskan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, dalam setiap arahannya terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

TMC melalui pembuatan hujan buatan yang bertujuan untuk memperpanjang musim hujan sudah dilaksanakan KLHK sejak tahun lalu. Tahun ini, upaya tersebut tetap menjadi salah satu terobosan dalam pengendalian karhutla terutama untuk pencegahan.

KLHK bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) mulai mempersiapkan pelaksanaan operasi tersebut melalui rapat persiapan yang dilaksanakan secara virtual, hari ini (21/01).

Dalam paparannya, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Basar Manullang menegaskan kembali arahan Menteri LHK pada rapat Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Karhutla Tahun 2021 tanggal 18 Desember 2020, bahwa TMC menjadi salah satu instrumen dalam pencegahan karhutla di Indonesia.

“Karhutla merupakan bencana tahunan sehingga kita harus melakukan mitigasi dan upaya pengendalian secara pemanen sebelum itu terjadi. Salah satu upaya yang sudah kita tempuh sejak tahun 2020 adalah melalui operasi TMC yang sudah dilaksanakan di wilayah Sumatera," kata Basar dalam paparannya.

Untuk pelaksanaan TMC tahun 2021, KLHK kembali bekerjasama dengan BPPT dan mulai menggandeng BRGM untuk berjalan bersama-sama menjalin sinergi menciptakan ekosistem solusi permanen pengendalian karhutla.

Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Balai Besar TMC, John Arifian, bahwa TMC menjadi salah satu langkah yang efektif dalam pencegahan karhutla jika dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat. TMC bukan membuat hujan. TMC adalah rekayasa memanfaatkan awan potensial untuk memperpanjang musim hujan.

“Oleh karena itu, perlu kesepakatan dari Kementerian/Lembaga untuk menemukan moment yang tepat dalam melaksanakan TMC dengan membangun ekosistem sehingga operasi dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran,” tegas John.

Hal ini mendapat reaksi positif dari Kepala Kelompok Kerja Penelitian Restorasi BRGM, Nugroho Priyono. Dalam tanggapannya, Nugroho menyampaikan bahwa BRGM akan mempelajari sistem kerja dari pelaksanaan TMC ini dan jika dianggap perlu akan dibuat kesepakatan kerjasama antara KLHK, BPPT, dan juga BRGM sendiri.

Diharapkan pelaksanaan TMC ini dapat berjalan sesuai prosedur yang berlaku, masing-masing pihak memahami tahapan dan kontribusinya sehingga pencegahan karhutla melalui TMC dapat berhasil, gambut tetap bertahan basah dan kesediaan air tetap ada di musim kemarau.

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors