LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Senin, 15 Februari 2021 14:38

KERJASAMA ITTO-KLHK PADA FOREST FIRE PROJECT RESMI DIMULAI

Kerjasama antara The International Tropical Timber Organization (ITTO) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Forest Fire Project : Capacity Building om Forest and Land Fire Management in Indonesia resmi dimulai dengan dilaksanakannya kick off proyek tersebut secara virtual yang dilaksanakan hari ini (15/12).

Inisiasi Kerjasama dengan ITTO diawali dengan pertemuan antara Tim Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Ditjen PPI) dengan Director of Forest Management Division-ITTO pada tanggal 13 Desember 2019 di sela-sela pertemuan COP-25 UNFCCC di Madrid-Spanyol dimana ITTO menawarkan bantuan kerjasama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Dalam perkembangannya, proyek kerjasama tersebut disetujui oleh kedua belah pihak dengan tema Capacity Building on Forest and Fire Management in Indonesia. Project document kerjasama ini telah disetujui oleh ITTO pada 8 Juni 2020 sementara Project Agreement telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 12 Agustus 2020.

Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, dalam sambutannya mengungkapkan pelaksanaan pengendalian karhutla memerlukan upaya besar dan usaha bersama yang perlu dilakukan dan didukung oleh semua pihak.

“Pengendalian kebakaran hutan dan lahan bukanlah hanya merupakan tanggungjawab KLHK/Ditjen PPI semata, namun menjadi tanggung jawab bersama dan membutuhkan peran serta semua pihak dalam pencegahan dan penanggulangannnya, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sektor swasta, masyarakat, NGO, dan juga dukungan internasional,” ungkap Ruandha.

Ruandha mengharapkan kerjasama dengan ITTO akan meningkatkan kapasitas dan kompetensi Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan tak ketinggalan masyarakat lokal. Kerjasama ini juga harus dapat mengedepankan implementasi praktik-praktik yang mendukung aspek pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Yang juga tidak boleh dilupakan, kerjasama ini juga harus mampu lebih meningkatkan sinergi dan koordinasi para pihak yang terkait langsung dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, baik di level lokal, nasional maupun regional,” kata Ruandha.

Osamu Hashimoto, Director of Forest Management Division-ITTO, mengharapkan program kerjasama antara ITTO dengan Ditjen PPI yang akan dilaksanakan ini dapat berjalan lancar sehingga bisa membantu dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, kegiatan konservasi, dan meningkatkan livelihood masyarakat sekitar hutan di Indonesia.

Irfan Malik, Project Coordinator, dalam paparannya mengungkapkan permasalahan karhutla di Indonesia disebabkan 99% oleh manusia. Penyebab utama karhutla antara lain praktik pertanian yang buruk yang dilakukan oleh masyarakat, terbatasnya kapasitas lembaga dalam mengatasi permasalahan karhutla, dan terbatasnya upaya pencegahan karhutla.

“Sasaran dari kerjasama ini adalah meningkatkan upaya pencegahan karhutla dengan meningkatkan manajemen dan kapasitas para pihak di tiga provinsi rawan karhutla yang meliputi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” ungkap Irvan.

Acara yang dipandu oleh Kepala Sub Direktorat Perencanaan PKHL, Israr Albar, ditutup dengan pernyataan Ruandha agar kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan baik serta memberikan hasil dan dampak yang signifikan dalam upaya pengendalian karhutla di Indonesia.

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors