LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Selasa, 23 Februari 2021 06:46

ARAHAN PRESIDEN RI TENTANG PENGENDALIAN KARHUTLA

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menegaskan mulai saat ini dan ke depannya akan melakukan secara intensif, kontinyu dan konsisten agenda pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden memberikan arahan terkait upaya pencegahan karhutla dan penanganan karhutla dalam acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia Tentang Pengendalian Karhutla (22/2/2021) di Istana Negara.

Presiden memberikan apresasi atas kerja keras semua pihak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah pada tahun 2020. Selain itu presiden juga memberikan evaluasi dan arahan langsung kepada seluruh jajaran kementerian/lembaga, TNI, POLRI dan pemerintah daerah untuk tahun 2021.

Rakornas Pengendalian karhutla dilaksanakan terus menerus setiap tahun karena Presiden mengkhawatirkan adanya Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang baru, adanya Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolda, serta Kapolres baru yang baru bertugas di daerah-daerah rawan kebakaran sehingga tidak atau belum tahu aturan main kita yang sudah kita buat sejak 2016. Harapannya segera menyesuaikan diri sehingga wilayah tersebut harus tetap aman dari kebakaran hutan dan lahan.

Presiden mengingatkan bahwa menurut informasi dari BMKG, pada tahun 2021 sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih berpotensi mendapatkan curah hujan menengah – tinggi hingga April 2021. La Nina masih akan bertahan diperkirakan hingga semester I 2021. Secara umum, bulan Mei 2021 diprakirakan sebagai fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Namun jangan lengah, hati-hati di Pulau Sumatera potensi karhutla pada bulan Februari, dan Mei hingga Juli 2021. Sebagian Kalimantan dan Sulawesi juga sudah mulai terbakar, waspadai puncaknya mulai bulan Agustus dan September.

Presiden meminta semua stakeholder dengan informasi lapangan dari BMKG segera melaksanakan upaya karhutla dengan memprioritaskan upaya pencegahan, melalui deteksi dini, monitoring areal rawan hotspot, dan pemantauan kondisi harian di lapangan.

“Karena kalau penanganan sudah terlambat, kebakaran hutan dan lahan kita guyur dengan water bombing sebanyak apapun akan sangat sulit,” ungkap Presiden.

Kedua, Presiden memerintahkan infrastruktur monitoring dan pengawasan harus sampai ke bawah. Libatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa dalam penanganan karhutla. Ajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi terus menerus kepada masyarakat.

“Berikan edukasi terus menerus pada masyarakat, korporasi, ajak tokoh agama, tokoh masyarakat akan bahaya karhutla bagi kesehatan dan dampak ekonomi yang tidak kecil,” tambah Presiden.

Ketiga, Presiden mengungkapkan kita harus mencari solusi yang permanen agar korporasi dan masyarakat membuka lahan dengan tidak membakar.

“99% adalah ulah manusia dengan motif ekonomi karena pembersihan lahan dengan pembakaran adalah cara yang paling murah,” kata Presiden.

Keempat, Presiden memerintahkan penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan.

“Dalam kawasan hidrologi gambut agar tinggi muka air tanah selalu terjaga dengan membuat embung, sekat kanal,” ungkap Presiden.

Kelima, Presiden memerintahkan agar jangan biarkan api membesar, harus tanggap dan jangan terlambat sehingga api sulit dikendalikan.

Terakhir, Presiden memerintahkan agar langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi, berikan sanksi yang tegas sehingga ada efek jera.

“Penegakan hukum tegas kepada siapapun yang melakukan pembakaran baik administrasi perdata maupun pidana jangan sampai kita malu dipertemuan negara asean karena komplain masalah karhutla,” pungkas Presiden.

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors