LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Kamis, 18 Maret 2021 10:18

AWAL 2021 LUAS KARHUTLA TURUN 51%

Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turun sebesar 51% pada periode Januari-Februari 2021 jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemerintah terus berupaya menekan kejadian karhutla pada fase pertama periode rawan kejadian karhutla (Februari-Maret) ini.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Basar Manullang mengungkapkan secara nasional total jumlah hotspot tahun 2021 jika dibandingkan tahun 2020 pada periode yang sama (tanggal 1 Januari – 17 Maret 2021) berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) confidence level ≥80% masih menunjukkan angka penurunan sebesar 12,05%.

Hotspot adalah indikasi terjadinya karhutla, untuk memastikan apakah benar terjadi karhutla perlu dilakukan pengecekan lapangan/groundcheck. Jika terjadi karhutla para petugas di lapangan langsung melakukan penanggulangan secara dini agar kebakaran tidak meluas.

“Luas karhutla berdasarkan penghitungan luas areal terbakar yang dilakukan KLHK bersama LAPAN total luas karhutla bulan periode Januari-Februari tahun 2021 seluas 4.813 ha. Angka ini masih menunjukkan penurunan sebesar 51% jika dibandingkan tahun 2020,” ungkap Basar.

Basar menambahkan upaya-upaya pengendalian karhutla oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus dilakukan antara lain monitoring dan deteksi dini, patroli pencegahan, pemadaman darat, pemadaman udara (waterbombing), rekayasa hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan langkah penegakan hukum. Pemadaman darat dilaksanakan oleh Manggala Agni bersama dengan TNI, Polri, BPBD, dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Perusahaan. TMC yang mulai di-launching pada 9 Maret lalu, mulai melakukan penyemaian awan di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat. Sampai dengan hari ini di Provinsi Riau sudah dilakukan penyemaian awan dengan menabur bahan semai NaCl pada awan potensial sebanyak 5,6 ton dan di Kalimantan Barat sebanyak 3,2 ton.

“Patroli Terpadu, Patroli Mandiri, Patroli Manggala Agni bersama MPA-Paralegal untuk pencegahan karhutla sudah dilaksanakan. Patroli terpadu sudah dilaksanakan di Provinsi Riau bersama dengan Babinsa, Babinkamtibmas, dan juga Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan berpusat pada 16 posko yang bisa menjangkau 48 desa di sekitar desa,” jelas Basar.

Patroli mandiri pencegahan karhutla oleh Manggala Agni wilayah Sumatera juga telah dilaksanakan pada 158 posko desa di provinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan. Sedangkan di wilayah Kalimantan patroli mandiri oleh Manggala Agni dilaksanakan pada 84 desa di provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Patroli pencegahan oleh Manggala Agni bersama dengan MPA-Paralegal juga telah dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat (Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Kubu Rayam Kabupaten Kubu Raya) dan Kalimantan Tengah (Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau).

Sampai dengan saat ini ada tiga provinsi yang sudah menetapkan satus siaga karhutla 2021 adalah Riau 15 Februari – 31 Oktober 2021 (259 hari), Kalimantan Barat 18 Februari – 31 November 2021 (286 hari), dan Jambi 15 Maret – 31 Oktober 2021 (231 hari). Status siaga ini ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi dan kesiapan pengerahan sumber daya dalam pengendalian karhutla.

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors