LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Senin, 29 Maret 2021 19:55

KLHK SIAPKAN PEDOMAN PETA KERAWANAN KARHUTLA

Menghadapi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pola persebarannya tidak merata serta terjadi secara berulang pada periode waktu tertentu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meningkatkan kesiapsiagaan dalam manajemen karhutla dengan mempersiapkan pedoman peta kerawanan karhutla melalui pembahasan khusus di Swisbell Hotel Bogor (29/3/2021).

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Basar Manullang mengungkapkan bencana karhutla tergolong ke dalam risiko ekstensif, potensi risiko kejadian bencana yang pola persebarannya tidak merata, bersifat lokal, dalam skala kejadian yang menengah hingga kecil, tetapi pola kejadiannya sering terulang pada periode waktu tertentu, yang secara kumulatif mengancam wilayah cukup luas apabila terjadi secara bersama-sama.

“Tersedianya data geospasial yang memberikan informasi tentang wilayah-wilayah yang potensial mengalami karhutla sangat diperlukan dalam peningkatan kesiapsiagaan pencegahan karhutla dengan memprioritaskan kegiatan pencegahan,” jelas Basar.

Basar menambahkan kegiatan pencegahan yang dilakukan oleh berbagai instansi dan kelompok masyarakat harus didukung oleh sarana dan prasarana yang efektif memadai, dan efisien. Salah satu sarana yang harus disediakan adalah peta kerawanan karhutla. Peta kerawanan karhutla menjadi pedoman untuk berbagai kegiatan, seperti patroli, penempatan posko-posko sumber daya organik ataupun non-organik, serta perencanaan kontingensinya.

“Kebijakan pencegahan karhutla tidak cukup didekati dengan informasi mengenai motif masyarakat melakukan pembakaran, tetapi perlu ditunjang oleh informasi berbasiskan spasial yang menunjukkan sebaran tingkat kerawanan. Oleh karena itu, perlu disusun pedoman teknis penyusunan peta kerawanan karhutla sebagai bahan referensi dalam upaya pencegahan,” ungkap Basar.

Basar mengatakan penyusunan pedoman teknis ini bertujuan untuk memudahkan bagi unit pelaksana teknis, pengelola kawasan hutan atau lahan, dan para pihak terkait dalam penyusunan peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, agar tersedia data spasial/peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan sebagai acuan dalam kegiatan pencegahan karhutla.

Sebagai penutup, Basar menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kerjasama yang baik dari semua pihak yaitu unit kerja lingkup KLHK, Badan Informasi Geospasial, dan IPB University dalam pembahasan draft pedoman peta rawan karhutla. Diharapkan pedoman ini akan menjadi panduan yang memudahkan pelaksanaan kerja pengendalian karhutla di lapangan.

Pembahasan pedoman peta kerawanan karhutla yang dilakukan secara tatap muka dan daring ini diikuti oleh tim dari unit kerja lingkup KLHK yaitu Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan; Setditjen Pengendalian Perubahan Iklim; Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Lingkungan; Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Seluruh Indonesia bersama dengan Pusat Pemetaan dan Integrasi Badan Informasi Geospasial (BIG).

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors