LANGIT BIRU TANPA KABUT ASAP, CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Jum'at, 24 September 2021 21:44

KLHK-ITTO GELAR SERI KETIGA WEBINAR PENGENDALIAN KARHUTLA TINGKAT ASIA TENGGARA

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan – International Tropical Timber Organization (ITTO) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Regional Fire Management Resources Center – South East Asia (RFMRC-SEA) menggelar webinar seri ke-3 dengan topik pengendalian kebakaran hutan dan lahan tingkat regional Asia Tenggara secara daring (23/9/2021).

Seri webinar yang mengambil tema the Fire Danger Rating System (FDRS) with anthropogenic and new technologies and innovations for future fires mengundang Ahmad Ainuddin Nuruddin dari Institute of Tropical Forestry and Forest Product (INTROP), Universiti Putra Malaysia dan Hartanto Sanjaya dari Badan Riset dan Inovasi sebagai narasumber.

Nuruddin menyampaikan pemaparan bertajuk Preparing for Future Forest Fires: New Technologies and Innovations. Nuruddin menyampaikan sejarah kebakaran hutan di dunia serta kejadian terkini kebakaran hutan, kondisi perubahan iklim dan prediksi ancaman kebakaran hutan mendatang, serta peluang implementasi teknologi dan inovasi untuk pengendalian kebakaran hutan.

“Ke depan, kebakaran hutan akan sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim dan aktivitas manusia. Diperlukan pemodelan iklim dan kebakaran yang dikombinasikan dengan penutupan lahan dan faktor antropogenik sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih baik dalam menggambarkan trend kejadian kebakaran hutan,” jelas Nuruddin.

Nuruddin juga menyampaikan perlu adanya teknologi dan inovasi dalam penanganan kebakaran, perlunya kolaborasi peneliti multi disiplin dalam memberikan alternatif solusi yang terintegrasi, diperlukan kolaborasi antar stakeholder, serta pembiayaan dalam pengembangan alternatif solusi.

Pembicara kedua, Hartanto Sanjaya menyampaikan topik Advancing the FDRS with anthropogenic as an Inclusive Factor. Hartanto menceritakan sejarah pengembangan FDRS di Indonesia serta riset pengembangan Ina-FDRS yang memasukan unsur antropogenik dalam algoritma sistemnya. Tahap lanjutan pengembangan berupa optimalisasi data antropogenik pada area yang lebih luas dan lebih kompleks, serta utilisasi satelit data dan model meteorologis yang lebih detil dan akurat.

“Karhutla disebabkan aktivitas manusia dengan alasan ekonomi dan sosial, faktor demografi merupakan driver utama terjadinya kebakaran, serta faktor biofisik merupakan faktor pendukung terjadinya kebakaran,” terang Hartanto.
Selain kedua pembicara utama tersebut, pada webinar seri ini juga menghadirkan pembicara tamu Richard Woods dari Charles Sturt University, Australia. Richards menyampaikan materi dengan judul The Australian Wildfire Season 2019/20 and an overview of Wildfire Investigation procedures, yang mendeskripsikan kejadian kebakaran yang terjadi di Australia pada periode 2019/2020, dimana seluas 19 juta areal terbakar, lebih dari 3.000 rumah hilang, serta 34 orang meninggal dunia. Selain itu, disampaikan juga terkait pentingnya pelaksanaan prosedur investigasi kejadian kebakaran hutan.

“Pelaksanaan pelatihan investigasi terhadap kejadian kebakaran hutan merupakan suatu kebutuhan. Investigasi mampu menekan terjadinya kebakaran melalui upaya-upaya pencegahan, menekan biaya penanggulangan kebakaran serta penyelamatan lingkungan dan kehidupan,” pungkas Richard.

Sesi webinar dan diskusi interaktif yang dimoderatori oleh Yeni Vetrita ini, dihadiri 180 partisipan yang teregistrasi mengikuti webinar, baik melalui platform Zoom dan kanal Live Youtube. Para partisipan berasal dari beragam latar belakang, baik akademisi, sektor pemerintahan, sektor swasta, mahasiswa, maupun NGO. Peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga dari Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Jepang dan Timor Leste.

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors