Saat ini sedang terjadi gangguan transfer data dari Lapan ke web sipongi. Untuk informasi data hostpsot terbaru bisa dilihat di website LAPAN. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, harap maklum.
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Selasa, 16 Agustus 2016 15:21

Media Jangan Hanya Beritakan Pemadaman Karhutla Saja, Kenapa?

Palangka Raya/tabengan.com – Subdit Penanggulangan Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Untung Suprapto mengharapkan agar media cetak, elektroni maupun online jangan hanya memberitakan pemadaman ataupun terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Media seharusnya juga memberitakan upaya pencegahan ataupun pemanfaatan lahan gambut tanpa bakar bagi pertanian yang sudah dikembangkan sejumlah masyarakat, kata Untung disela-sela diklat karhutlat di Kalampangan, Kota Palangka Raya, Jumat.

“Pak Tamam misalnya, beliau bertani di lahan gambut sejak dahulu, tapi tidak melakukan pembakaran. Pengeluaran mengelola lahan gambut tanpa bakar juga tidak terlalu. Hal seperti ini juga perlu diberitakan,” tambahnya.

Petani Kalampangan Tamam Murudin merupakan salah seorang yang menginisiasi pemanfaatan lahan gambut tanpa bakar. Tamam telah berhasil membudidayakan tanaman jenis bayam cabut, kangkung, buncis, jagung, cabe, lengkuas, pisang, jahe maupun selendri di lahan gambut.

Untung mengatakan pemanfaatan lahan tanpa bakar yang telah dilaksanakan petani Kalampangan ini akan disebarkan dan diajarkan ke seluruh Indonesia, khususnya provinsi berlahan gambut.

“Kita dari Kemen LHK juga nantinya akan berupaya mengembangkan tehnik yang sudah dilakukan pak Tamam ini. Kita ingin mencegah terjadinya karhutla namun tetap memikirkan perekonomian masyarakat, khususnya petani,” kata Untung.

Kemen LHK bersama Pemerintah Provinsi Kalteng dan difasilitasi REDD+ UNDP melaksanakan diklat karhutla. Di mana sejumlah aparatur maupun masyarakat desa rawan karhutla dilatih dan diajari memanfaatkan lahan gambut tanpa bakar.

Staff REDD+ UNDP Khairullah mengatakan masyarakat yang diajari cara memanfaatkan lahan gambut untuk pertanian jumlahnya ratusan dan berasal dari desa rawan karhutla.

“Kita memang ingin masyarakat desa, khususnya di sekitar hutan terlibat aktif melakukan pencegahan dan penanganan karhutla. Tapi, kita tidak ingin mereka hanya tahu cara memadamkan namun juga memanfaatkan lahan gambut tanpa bakar,” kata Khairullah. ant

 

Sumber : http://www.tabengan.com/37792/spirit-kalteng/2016/08/media-jangan-hanya-beritakan-pemadaman-karhutla-saja-kenapa.html/

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618