Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan. Utamakan pencegahan dan laporkan apabila mengetahui dan/atau melihat kejadian kebakaran hutan dan lahan. Ayo kita lindungi keluarga dan lingkungan kita dari bahaya asap akibat kebakaran hutan dan lahan. 
Posko Kebakaran Hutan dan Lahan:
+62 8131 00 35000
+62 8131 62 35000
Rabu, 28 Maret 2018 14:05

Direktur Pengendalian Karhutla Sampaikan Keberhasilan Penanganan Karhutla di Kongo

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu, 24 Maret 2018.

Indonesia sampaikan keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada anggota Global Peatland Initiatives (GPI) ke-3 di Brazzaville, Republik Kongo, Jumat waktu setempat (23/3/2018).

Pada kesempatan itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan berbicara sebagai narasumber pada forum dialog dalam sebuah agenda pertemuan GPI tersebut.
Forum dialog digelar disela-sela agenda pertemuan para menteri, dimana Menteri LHK menjadi narasumber kunci pada pertemuan itu.

GPI adalah prakarsa global yang diinisiasi oleh beberapa negara, badan internasional dan para ahli yang berkomitmen, untuk menjaga lahan gambut di seluruh dunia agar lestari. Lahan gambut sebagai cadangan karbon organik yang terbesar di dunia harus dijaga supaya tidak terbakar. Semua anggota GPI bekerjasama untuk usaha konservasi, restorasi dan manajeman lahan gambut yang lebih baik.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki gambut terluas di dunia, lebih dari 15 juta ha, yang tersebar antara lain di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Daerah bergambut tersebut merupakan daerah rawan karhutla.

Raffles menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang besar di Indonesia pada tahun 2015, telah menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi penanganan karhutla di Indonesia.

"Pasca kejadian karhutla 2015, adanya perubahan paradigma kebijakan pemerintah Indonesia dalam penanganan karhutla", ujar Raffles. Dijelaskannya bahwa sebelumnya penanganan karhutla lebih fokus pada saat fase krisis, namun setelah 2015 bergeser pada saat fase sebelum krisis, melalui aksi pencegahan dan penanganan dini.

Pemerintah Indonesia merespon melalui kebijakan-kebijakan untuk mengontrol sangat ketat dan menyeluruh guna meminimalkan terjadinya karhutla. Kemudian dilakukannya aksi nyata pencegahan di lapangan yang sangat efektif dan penegakan hukum yang tegas.

Raffles menyatakan bahwa hasil dari strategi itu sangat nyata. Dalam periode dua tahun ini jika dibandingkan tahun 2015 kebakaran di Indonesia turun hingga 93.6 persen.

"Selain itu kunci penting keberhasilan Indonesia dalam penanganan karhutla, yaitu adanya pelibatan para pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, dengan dukungan TNI dan Polri, masyarakat serta peran swasta secara sinergi", pungkas Raffles.

CETAK
Kontak

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 13
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Tel/Fax : 021-5704618

Total Visitors